I L M
U F I Q
I H
H a l Z a k a t.
Adapun arti zakat yaitu
membersihkan harta benda, tiap-tiap orang Islam yang mempunyai harta benda
cukup nisabnya, wajiblah membersihkan (memberikan sebahagian hartanya itu)
kepada orang-orang fakir miskin dan sebegainya menurut sebagalmana yang
tersebut didalam Al Qur’an.
Harta benda yang wajib di Zakatkan.
Adapun Harta benda yang wajib di Zakatkan ada (5) lima
bagian :
§ Pertama : Harta yang berharga, yaitu seperti Uang. Emas. Perak dan sebagainya.
§ Kedua : Hewan ternak, seperti Lembu. Kerbau. Kambing dan hewan
ternak lainnya.
§ Ketiga : Tanam-tanaman (buah-buahan), yaitu padi, gandum, jagung,
dan yang tanaman.
§ Keempat : Harta perniagaan (dagangan).
§ Kelima : Harta rikaz (galian) ya’ni harta zaman dahulu yang
terpendam didalam tanah.
Zakat Uang (Emas dan Perak).
Adapun nisabnya uang (emas) yang wajib dizkati yaitu :
Apabila beratnya :
(20 mitsqal = 80 gram) dan cukup setahun lamanya disimpan, kecuali emas yang
telah dijadikan perhiasan diri sendiri (bukan dagangan) seperti, giwang,
kalung, gelang, dan sebagainya, tidak diwajibkan zakat. Dan adalah zakatnya
emas itu dikeluarkan ( 1/40 ) seperempat puluh
( 21/2 % ) dua setengah
persen. Jadi bagi orang-orang yang
mempunyai emas :
Berat :
80 gram wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 2, gram.
Berat :
85 gram wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 2,125
gram.
Berat :
90 gram wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 2,250
gram.
Berat :
100 gram wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 2,500
gram.
Berat :
150 gram wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 3,750
gram.
Berat :
200 gram wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 5,
gram.
Berat :
300 gram wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 7,500 gram.
Berat :
500 gram wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 12,500 gram.
Adapun nisabnya uang (perak) yang wajib dizakati yaitu :
Apabila mempunyai ( 200 dirham = 670 gram ) atau berharga
Rp. 58,50 atau dibulatkan Rp. 60, – pula
telah cukup setahun lamanya disimpan. Dan adalah zakatnya uang emas yaitu
: 21/2 % atau 1/40. Jadi bagi yang mempunyai harta : perak atau uang kertas :
Rp. 60,
wajiblah dikeluarkan zakatnya 21/2 % = Rp. 1,50
Rp.
80,
wajiblah dikeluarkan zakatnya 21/2 % = Rp.
2, –
Rp.
95,
wajiblah dikeluarkan zakatnya 21/2 % = Rp.
2,37 1/2
Rp.
100, wajiblah dikeluarkan zakatnya 21/2 % = Rp.
2,50
Rp.
500,
wajiblah dikeluarkan zakatnya 21/2 % = Rp.
12,50
Rp. 1000,
wajiblah dikeluarkan zakatnya 21/2 % = Rp. 25, –
Rp. 5000,
wajiblah dikeluarkan zakatnya 21/2 % = Rp. 125, –
Dan begitulah seterusnya perhitungan zakat uang (perak). Adapun
perak yang telah dijadikan perhiasan yang dipakai seperti gelang, cicin dan
sebagainya tidak wajib dizakati.
Zakat hewan ternak (lembu dan kerbau).
Adapun nisabnya Lembu atau Kerbau yang wajib dizakati
yaitu :
Apabila cukup
mempunyai 30 ekor, barulah dikeluarkan zakatnya, pula sesudah ada setahun lamanya.
1) Dalam : 30 ekor hingga 39 ekor wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 1 ekor yang sudah berumur 1
tahun masuk tahun kedua.
2) Dalam : 40 ekor hingga 59 ekor wajiblah dikeluarkan zakatnya : 1 ekor yang
sudah berumur 2 tahun, masuk tahun ketiga (Musinnah) namanya.
3) Dalam 60 ekor
hingga 69 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 2 ekor yang sudah berumur 1 tahun (Tabi’) namanya.
4) Dalam : 70 ekor hingga 79 ekor, wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 1 ekor yang sudah berumur 1 tahun (Tabi’) dan 1 ekor yang sudah
berumur 2 tahun (Musinnah).
5) Dalam : 80 ekor
hingga 89 ekor, wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 2 ekor (Musinnah).
6) Dalam : 90 ekor
hingga 99 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 3 ekor (Tabi’).
7) Dalam : 100 ekor hingga 119 ekor, wajiblah dikeluarkan
zakatnya : 1 ekor (Tabi’) dan 2 ekor (Musinnah).
8) Dalam : 120 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 4 ekor
(Tabi’) atau boleh juga 3 ekor (Musinnah).
9) Dalam : 130 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 3 ekor
(Tabi’) dan 1 ekor (Musinnah).
Demikianlah seterusnya, tiap-tiap bertambah (10) sepuluh
ekor banyaknya, bertambah jugalah zakatnya, atau supaya terang perhitungannya
yaitu : Setiap 30 ekor zakatnya : 1 ekor (Tabi’), dan setiap 40 ekor zakatnya :
1 ekor (Musinnah).
Zakat hewan ternak (kambing).
Adapun Nisabnya ternak Kambing yang wajib dizakati yaitu
:
Mulai dari 40 ekor
dan telah cukup 1 tahun lamanya dalam piaraan dihutan yang tidak dimiliki,
wajiblah dikeluarkan zakatnya : Dari 40 ekor hingga 120 ekor, wajiblah
dikeluarkan zakatnya : 1 ekor yang sudah berumur, 2 tahun masuk tahun ketiga
(3).
1)
Dari 120 ekor – 200 ekor : wajiblah dikeluarkan zakatnya : 2 ekor.
2)
Dari
201 ekor – 399 ekor : wajiblah
dikeluarkan zakatnya : 3 ekor.
3)
Dari 400 ekor – 499 ekor : wajiblah
dikeluarkan zakatnya : 4 ekor.
4)
Dari 500 ekor – 599 ekor : wajiblah
dikeluarkan zakatnya : 5 ekor.
5)
Dari 600 ekor – 699 ekor : wajiblah
dikeluarkan zakatnya : 6 ekor.
Begitulah
seterusnya bertambah seratus ekor banyaknya, bertambah pulalah zakatnya : (1)
satu ekor.
Zakat hewan (unta).
Adapun nisabnya
Unta yang wajib dizakati yaitu : Mulai dari (5) lima ekor sesudah cukup setahun
lamanya di pelihara, wajiblah dikeluarkan zakatnya :
1)
Dari 5 ekor
– 9 ekor wajiblah
dikeluarkan zakatnya : 1 ekor.
2)
Dari 10 ekor – 14 ekor
wajiblah dikeluarkan zakatnya : 2
ekor.
3)
Dari 15 ekor –
19 ekor
wajiblah dikeluarkan zakatnya : 3
ekor.
4)
Dari 20 ekor – 24 ekor
wajiblah dikeluarkan zakatnya : 4
ekor.
5)
Dari 25 ekor – 29 ekor
wajiblah dikeluarkan zakatnya : 1
ekor untuk 1 tahun.
6)
Dari 30 ekor – 45 ekor
wajiblah dikeluarkan zakatnya : 1
ekor untuk 2 tahun.
7)
Dari 46 ekor – 60 ekor
wajiblah dikeluarkan zakatnya : 1
ekor untuk 3 tahun.
8)
Dari 61 ekor – 75 ekor
wajiblah dikeluarkan zakatnya : 1
ekor untuk 4 tahun.
9)
Dari 76 ekor –
90 ekor
wajiblah dikeluarkan zakatnya : 2
ekor untuk 2 tahun.
10)
Dari 91 ekor – 120 ekor wajiblah dikeluarkan zakatnya : 2 ekor untuk 3 tahun.
11)
Dari 121 ekor – 129 ekor wajiblah dikeluarkan zakatnya : 3 ekor untuk 2 tahun.
Demikianlah
seterusnya perhitungan zakat hewan unta, jelasnya tiap-tiap 25 ekor unta,
keluarkanlah zakatnya : 1 ekor unta berumur 1 tahun, dan tiap-tiap 40 ekor
unta, keluarkanlah zakatnya : 1 ekor unta yang berumur 2 tahun, dan tiap-tiap
50 ekor unta, keluarkanlah zakatnya : 1 ekor unta yang berumur 3 tahun.
Zakat
tanam-tanaman (buah-buahan),
Adapun nisabnya
Tanam-tanaman (buah-buahan) seperti : padi, jagung, kurma dan sebagainya. Ialah
mulai dari ; 5 ausug yang bersih tidak berkulit ; maka jika berkulit (ada
kulitnya) nisabnya 10 ausug, dari nisab ini atau lebuh wajiblah dikeluarkan
zakatnya : (10%) jika sawahnya atau lahan tanaman diairi dengan air sungai atau
hujan. Tetapi apabila diari dengan membeli air (dibiayai) dengan diangkutkan
air kepadanya, maka zakatnya ; (5%).
Keterangan.
·
5 ausug = 300 gantang fithrah, 10 ausug = 600 gantang fithrah.
·
1 gantang fithrah = 4 mud. ( 1 mud = 575 gram )
·
4 mud = 2300 gram. Atau = 2.300 kilo gram.
·
1 ausug = 60 gantang fithrah. Atau = 138 kilo gram.
·
5 ausug = 300 gantang fithrah. Atau = 690 kilo gram.
Adapun zakat
buah-buahan (tanam-tanaman) ini tidak disyaratkan genap setahun, hanya
tiap-tiap musimnya keluarkan zakatnya.
Zakat harta
perniagaan (dagangan).
Bagi
pedagang-pedagang yang besar maupun yang kecil hendaklah (sewajibnyalah
menghitung perniagaan (dagangannya) pada tiap-tiap tahun, untuk menaksir jumlah
harga barang-barang perniagaannya yang ada, dan yang dipinjam orang yang tentu
membayarnya menurut keaadaan harga diwaktu itu dengan sebaik-baiknya.
Adapun nisabnya
harta perniagaan yang wajib di zakati yaitu : Apabila jumlahnya cukup senisab (
Rp, 60,-) atau lebih maka wajiblah dikeluarkan zakatnya sebagaimana zakatnya
uang (perek) yaitu : 2 1/2
% (1/60). Begitulah
seterusnya tiap-tiap tahun wajiblah dihitung kemudian dikeluarkan zakatnya : 2 1/2
%
dari padanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar