Jumat, 19 Juli 2013

Zakat Rikaz dan Zakat Fithrah.

I L M U    F  I  Q  I  H
Zakat harta rikaz (galian).
Tiap-tiap orang yang mendapat harta “Rikaz” (Galian), yaitu hartanya orang-orang dahulu kala, yang tertanam (tertimbun) didalam tanah, wajiblah dikeluarkan zakatnya pada ketika itu juga.
Adapun nisabnya harta rikaz (galian) itu tidak terbatas, mulai zakatnya ya’ni seberapa banyak pendapatannya (yang didapatnya) itu, wajiblah dikeluarkan zakatnya ketika itu juga sebesar : 1/5  (20%) dari padannya.
Dan bagi orang yang menggali tanah (sebagai pekerjaannya sehari-hari) untuk mencari emas atau perak di gunung-gunung dan lain-lain manakala ia dapat, wajiblah dikeluarkan zakatnya yaitu hanya : 1/40  (21/%) dari pendapatannya.
Orang yang berhak menerima zakat.
Adapun yang berhak menerima zakat yaitu : 8 (delapan) orang sebagaiman firman Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an :
“Innamash-shadaqaatu lilfuqaraa-i wal masaakiyni wal-‘aamiliyna ‘alaiyhaa walmu-allafati quluw-buhum wafilr-riqaabi wal-rghaarimiyna wafii sabilillahi wabnis-sabiyli. Fariydhatanm-minallahi. Wallahu ‘alaiymun hhakiymun”.
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang untuk jalan Allah dan  orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.  (QS. At-Taubah. 60).
Artinya : Hanyasanya zakat-zakat itu haknya orang-orang :
1.   Faqir : Yaitu, orang-orang yang tidak mempunyai harta, pula tidak mempunyai penghasilan yang tentu.
2.   Miskin : Yaitu, orang-orang yang mempunyai penghasilan yang tentu, akan tetapi penghasilannya itu tidak mencukupi keperluannya sehari-hari (kurang).
3.   Amil : Yaitu, orang-orang yang bekerja menghimpunkan dan membagi-bagikan zakat kepada yang berhak menerimanya.
4.   Mu‘allaf : Yaitu, orang-orang yang masih lemah hatinya, seperti yang baru masuk Islam. Mereka diberi zakat agar supaya menjadi kuat hatinya tetap memeluk Islam.
5.   Riqab : Yaitu, Hamba (budak) yang akan dimerdekakan oleh tuannya, jika dibayarkan uang ataupun lainnya kepadanya.
6.   Gharim : Yaitu, orang yang mempunyai hutang yang tidak kuasa (tidak dapat) membayarnya.
7.   Sabilillah : Yaitu, orang-orang yang berperang pada jalan Allah (meninggikan agama Islam) dengan tidak memandang upah atau pangkat dan sebagainya. Perjuangannya semata-mata karena Allah Ta’ala.
8.   Ibnissabil : Yaitu, orang-orang yang berpergian jauh (musafir) yang bukan untuk pekerjaan masi’at, kehabisan bekal dalam perjalanannya, yaitu orang yang pergi menuntut ilmu, atau orang yang mengembara menyiarkan agama Islam.
Mengeluarkan zakat dan menerima zakat.
Adapun caranya mengeluarkan zakat, yaitu sesudah kita hitung dengan sempurna dan telah kita pegang harta benda yang akan dikeluarkan untuk zakat itu, hendaklah tetapkan hati kita dengan tulus Ikhlas dengan semat-mata menunaikan perintah Allah Ta’ala yang telah diwajibkan kepada kita. Dengan mengharafkan rahmatnya, serta bersyukur kepada Allah Ta’ala.  Adapun lafazdnya :
“Nawaiytu an ukhrija shadaqatal mafruwdhati ‘alayya lillahi Ta’ala”.
“Sengaja saya mengeluarkan sedekah (zakat) yang di fardhukan (diwajibkan) atas saya karena Allah”.
Adapun oang yang menerima zakat, yaitu hendaklah bersyukur kepada Allah Ta’ala, serta mendo’akan kepada orang yang memberinya (zakat) itu yaitu membaca :
“Aajara kallahu fiyma a’thaiyta wabaraka fiyma abqaiyta wa ja’alahu laka thahuwra”.
“Semoga memberi pahala (rahmat) Allah Ta’ala kepada engkau, pada barang yang telah engkau berikan, dan mudah-mudahan memberi berkah Allah kepada engkau pada apa saja yang masih tinggal (ada) pada engkau, pula mudah-mudahan dijadikannya kesucian bagi engkau.
Zakat Fithrah.
Adapun arti zakat fithrah, yaitu makanan yang dimakan setiap hari, dimana daerah (negeri) tersebut, mitsalnya, beras atau gandum, dan adalah mengeluarkannya itu sebelum dilaksanakan shalat ‘Idul Fithri. Banyaknya orang berzakat fithrah itu : 1 gantang Arab (gantang fithrah) kira-kira = 2300 gram (2.300 kg) atau disempurnakan : 2 1/2 kg. (kilo gram). Tiap-tiap orang Islam wajiblah mengeluarkan zakat fithrah bagi dirinya dan sekalian yang di tanggungnya, seperti : isterinya, anak-anaknya, dan sebagainya yang berhak dikeluarkannya.
Adapun lafazdnya untuk diri sendiri :
“Nawaiytu an ukhrija zakatal fithri’an nafsiy fardhan lillahi Ta’ala”.
“Sengaja saya mengeluarkan zakat fithrah pada diri saya sendiri, fardhu karena   Allah Ta’ala”.
Adapun lafazdnya bagi diri sendiri serta sekalian yang ditanggungnya :
“Nawaiytu an ukhrija zakatal fithri’anni wa’an jami’i maa yalzamuni nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi Ta’ala”.
“Sengaja saya mengeluarkan zakat fithrah pada diri saya dan pada sekalian yang dilazimkan (diwajibkan) memberi nafkah pada mereka, fardhu karena Allah Ta’ala”.

Selasa, 09 Juli 2013

Hal Zakat.


                                                                                I L M U    F  I  Q  I  H

H a l  Z a k a t.
Adapun arti zakat yaitu membersihkan harta benda, tiap-tiap orang Islam yang mempunyai harta benda cukup nisabnya, wajiblah membersihkan (memberikan sebahagian hartanya itu) kepada orang-orang fakir miskin dan sebegainya menurut sebagalmana yang tersebut didalam Al Qur’an.
Harta benda yang wajib di Zakatkan.
Adapun Harta benda yang wajib di Zakatkan ada (5) lima bagian :
§  Pertama  : Harta yang berharga, yaitu seperti Uang. Emas. Perak dan sebagainya.
§  Kedua     : Hewan ternak, seperti Lembu. Kerbau. Kambing dan hewan ternak lainnya.
§  Ketiga     : Tanam-tanaman (buah-buahan), yaitu padi, gandum, jagung, dan yang tanaman.
§  Keempat : Harta perniagaan (dagangan).
§  Kelima    : Harta rikaz (galian) ya’ni harta zaman dahulu yang terpendam didalam tanah.
Zakat  Uang (Emas dan Perak).
Adapun nisabnya uang (emas) yang wajib dizkati yaitu :
Apabila beratnya : (20 mitsqal = 80 gram) dan cukup setahun lamanya disimpan, kecuali emas yang telah dijadikan perhiasan diri sendiri (bukan dagangan) seperti, giwang, kalung, gelang, dan sebagainya, tidak diwajibkan zakat. Dan adalah zakatnya emas itu dikeluarkan ( 1/40 ) seperempat puluh ( 21/2  % ) dua setengah persen. Jadi bagi orang-orang  yang mempunyai emas :
Berat :    80  gram wajiblah dikeluarkan zakatnya :    2,        gram.
Berat :    85  gram wajiblah dikeluarkan zakatnya :    2,125  gram. 
Berat :    90  gram wajiblah dikeluarkan zakatnya :    2,250  gram.
Berat :  100  gram wajiblah dikeluarkan zakatnya :    2,500  gram.
Berat :  150  gram wajiblah dikeluarkan zakatnya :    3,750  gram.
Berat :  200  gram wajiblah dikeluarkan zakatnya :    5,        gram.
Berat :  300  gram wajiblah dikeluarkan zakatnya :    7,500  gram.
Berat :  500  gram wajiblah dikeluarkan zakatnya : 12,500  gram.
Adapun nisabnya uang (perak) yang wajib dizakati yaitu :
Apabila mempunyai ( 200 dirham = 670 gram ) atau berharga Rp. 58,50 atau dibulatkan Rp. 60, –  pula telah cukup setahun lamanya disimpan. Dan adalah zakatnya uang emas yaitu :  21/2 %  atau  1/40. Jadi bagi yang mempunyai harta : perak atau uang kertas :
Rp.      60,  wajiblah dikeluarkan zakatnya  21/2 = Rp.     1,50
Rp.      80,  wajiblah dikeluarkan zakatnya  21/2 %   = Rp.     2, –
Rp.      95,  wajiblah dikeluarkan zakatnya  21/2 %   = Rp.     2,37 1/2    
Rp.    100,  wajiblah dikeluarkan zakatnya  21/2 %   = Rp.     2,50
Rp.    500,  wajiblah dikeluarkan zakatnya  21/2 %   = Rp.   12,50
Rp.  1000,  wajiblah dikeluarkan zakatnya  21/2  = Rp.   25, –
Rp.  5000,  wajiblah dikeluarkan zakatnya  21/2 %   = Rp. 125, –
Dan begitulah seterusnya perhitungan zakat uang (perak). Adapun perak yang telah dijadikan perhiasan yang dipakai seperti gelang, cicin dan sebagainya tidak wajib dizakati.
Zakat  hewan ternak  (lembu dan kerbau).
Adapun nisabnya Lembu atau Kerbau yang wajib dizakati yaitu :
Apabila cukup mempunyai 30 ekor, barulah dikeluarkan zakatnya, pula sesudah ada setahun lamanya.
1)       Dalam : 30 ekor hingga 39 ekor wajiblah dikeluarkan zakatnya : 1 ekor yang sudah berumur  1 tahun masuk tahun kedua.
2)       Dalam : 40 ekor hingga 59 ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya : 1 ekor yang sudah berumur 2 tahun, masuk tahun ketiga (Musinnah) namanya.
3)       Dalam  60 ekor hingga 69 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 2 ekor  yang sudah berumur 1 tahun (Tabi’) namanya.
4)       Dalam : 70 ekor hingga 79 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 1 ekor yang sudah berumur 1 tahun (Tabi’) dan 1 ekor yang sudah berumur  2 tahun (Musinnah).
5)       Dalam :  80 ekor hingga  89 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 2 ekor (Musinnah).
6)       Dalam :  90 ekor hingga 99 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 3 ekor (Tabi’).
7)       Dalam : 100 ekor hingga 119 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 1 ekor (Tabi’) dan 2 ekor (Musinnah).
8)       Dalam : 120 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 4 ekor (Tabi’) atau boleh juga 3 ekor (Musinnah).
9)       Dalam : 130 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 3 ekor (Tabi’) dan 1 ekor (Musinnah).
Demikianlah seterusnya, tiap-tiap bertambah (10) sepuluh ekor banyaknya, bertambah jugalah zakatnya, atau supaya terang perhitungannya yaitu : Setiap 30 ekor zakatnya : 1 ekor (Tabi’), dan setiap 40 ekor zakatnya : 1 ekor (Musinnah).
Zakat hewan ternak (kambing).
Adapun Nisabnya ternak Kambing yang wajib dizakati yaitu :
Mulai dari 40 ekor dan telah cukup 1 tahun lamanya dalam piaraan dihutan yang tidak dimiliki, wajiblah dikeluarkan zakatnya : Dari 40 ekor hingga 120 ekor, wajiblah dikeluarkan zakatnya : 1 ekor yang sudah berumur, 2 tahun masuk tahun ketiga (3).
1)       Dari  120 ekor – 200 ekor :  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  2 ekor.
2)       Dari  201 ekor – 399 ekor :  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  3 ekor.
3)       Dari  400 ekor – 499 ekor :  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  4 ekor.
4)       Dari  500 ekor – 599 ekor :  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  5 ekor.
5)       Dari  600 ekor – 699 ekor :  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  6 ekor.
Begitulah seterusnya bertambah seratus ekor banyaknya, bertambah pulalah zakatnya : (1) satu ekor.
Zakat hewan (unta).
Adapun nisabnya Unta yang wajib dizakati yaitu : Mulai dari (5) lima ekor sesudah cukup setahun lamanya di pelihara, wajiblah dikeluarkan zakatnya :
1)       Dari    5   ekor –   9   ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  1 ekor.
2)       Dari  10   ekor – 14   ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  2 ekor.
3)       Dari  15   ekor – 19   ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  3 ekor.
4)       Dari  20   ekor – 24   ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  4 ekor.
5)       Dari  25   ekor – 29   ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  1 ekor untuk 1 tahun.
6)       Dari  30   ekor – 45   ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  1 ekor untuk 2 tahun.
7)       Dari  46   ekor – 60   ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  1 ekor untuk 3 tahun.
8)       Dari  61   ekor – 75   ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  1 ekor untuk 4 tahun.
9)       Dari  76   ekor – 90   ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  2 ekor untuk 2 tahun.
10)   Dari  91   ekor – 120 ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  2 ekor untuk 3 tahun.
11)   Dari  121 ekor – 129 ekor  wajiblah dikeluarkan zakatnya :  3 ekor untuk 2 tahun.
Demikianlah seterusnya perhitungan zakat hewan unta, jelasnya tiap-tiap 25 ekor unta, keluarkanlah zakatnya : 1 ekor unta berumur 1 tahun, dan tiap-tiap 40 ekor unta, keluarkanlah zakatnya : 1 ekor unta yang berumur 2 tahun, dan tiap-tiap 50 ekor unta, keluarkanlah zakatnya : 1 ekor unta yang berumur 3 tahun.
Zakat tanam-tanaman (buah-buahan),
Adapun nisabnya Tanam-tanaman (buah-buahan) seperti : padi, jagung, kurma dan sebagainya. Ialah mulai dari ; 5 ausug yang bersih tidak berkulit ; maka jika berkulit (ada kulitnya) nisabnya 10 ausug, dari nisab ini atau lebuh wajiblah dikeluarkan zakatnya : (10%) jika sawahnya atau lahan tanaman diairi dengan air sungai atau hujan. Tetapi apabila diari dengan membeli air (dibiayai) dengan diangkutkan air kepadanya, maka zakatnya ; (5%).
Keterangan.
·     5 ausug = 300 gantang fithrah, 10 ausug = 600 gantang fithrah.
·     1 gantang fithrah = 4 mud. ( 1 mud = 575 gram )
·     4 mud = 2300 gram. Atau = 2.300 kilo gram.
·     1 ausug = 60 gantang fithrah. Atau = 138 kilo gram.
·     5 ausug = 300 gantang fithrah. Atau = 690 kilo gram.
Adapun zakat buah-buahan (tanam-tanaman) ini tidak disyaratkan genap setahun, hanya tiap-tiap musimnya keluarkan zakatnya.
Zakat harta perniagaan (dagangan).
Bagi pedagang-pedagang yang besar maupun yang kecil hendaklah (sewajibnyalah menghitung perniagaan (dagangannya) pada tiap-tiap tahun, untuk menaksir jumlah harga barang-barang perniagaannya yang ada, dan yang dipinjam orang yang tentu membayarnya menurut keaadaan harga diwaktu itu dengan sebaik-baiknya.
Adapun nisabnya harta perniagaan yang wajib di zakati yaitu : Apabila jumlahnya cukup senisab ( Rp, 60,-) atau lebih maka wajiblah dikeluarkan zakatnya sebagaimana zakatnya uang (perek) yaitu :  2 1/2  % (1/60). Begitulah seterusnya tiap-tiap tahun wajiblah dihitung kemudian dikeluarkan zakatnya : 2 1/2  %  dari padanya.

Senin, 14 Mei 2012

Hal Tayammum.

                                                                                         
                                                                           
                                                                   I L M U    F  I  Q  I  H 

H a l  Tayammum.
Adapun arti tayamum, yaitu perbuatan pengganti wudhu dengan memakai debu tanah yang suci (bersih) disapukan kedua belah tangan dan kemuka serta dengan syarat-syarat yang tertentu.
Syarat- syarat Tayammum.
Adapun syarat tayamum itu ada empat perkara : 
Pertama    : Tidak ada air, dan sudah dicari terlebih dahulu.
Kedua       : Dalam sakit yang tidak dapat mempergunakan air.
Ketiga       : Masuknya waktu shalat (tepat waktu masuknya).
Keempat   : Dengan debu tanah yang bersih.
Fardhu  Tayammum.
Adapun fardhu tayamum itu ada lima perkara :
Pertama   : Niat bertayamum untuk mengharuskan shalat.
Kedua      : Memindahkan debu tanah kedua tangan serta meratakannya.
Ketiga      : Menyapu muka (sebagaimana pekerjaan wudhu).
Keempat :  Menyapu kedua tangan sampai siku.
Kelima     :  Tertib (beraturan) sebagaimana yang tersbut itu.
Sunnat  Tayammum.
Adapun sunnat tayammum itu ada lima perkara :
Pertama   : Membaca Bismillahir rahmanir rahiim.
Kedua      : Menghadap qiblat.
Ketiga      : Mendahulukan yang kanan atas kiri.
Keempat :  Menipiskan debu yang lekat ditapak tangan.
Kelima     : Melakukannya dengan berturut-turut.
Lafadz  Niat  Tayammum.
Adapun lafadznya  yaitu  :
“Nawaitult tayyam-muma lii-istibaa-hhahtish shalaati fardhan lillahi  ta’ala”.
“Sengaja aku bertayammum untuk melakukan (mengharuskan) shalat fardhu karena Allah Ta’ala”.
Yang  membatalkan  Tayammum.
Adapun yang membatalkan tayammaum itu ada tiga perkara  :
Pertama :  Segala  apa  yang  membatalkan  wudhu.
Kedua     : Melihat  air  sebelum shalat (bagi  yang  dapat  memakai  air).
Ketiga     : Murthada (berpaling dari agama Islam),  berganti  agama.
Keterangan :
Bertayammum itu hanya untuk sekali melaksanakan Shalat fardhu, meskipun tiada berhadats  (tidak batal tayammumnya), jadi jika hendak melakukan Shalat fardhu yang lain haruslah (wajiblah) bertayammum lagi. Terkecuali Shalat sunnat  maka boleh dikerjakan berkali-kali dengan satu tayammum.